Showing posts with label KabinetGrafena. Show all posts
Chemistry Leadership Training (CLT) 2023
Acara dimulai pukul 08.00 WIB
dengan sambutan hangat dari ketua jurusan kimia, ketua umum HIMASAKI, ketua
umum Senat Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, ketua umum Dewan Mahasiswa
Fakultas Sains dan Teknologi,
Sesi-sesi selanjutnya dirancang
dengan cermat untuk memberikan wawasan mendalam tentang peran dan tanggung
jawab seorang pemimpin dalam berorganisasi. Beberapa topik yang dibahas
meliputi:
- Etika
Dalam Berorganisasi
Dipandu oleh kang Yusri Fauzan, S.si
- Analisis
Diri dan Kondisi
Dipandu oleh kang Dani Muhammad
Ramdani
- Manajemen
Konflik dan Resiko
Dipandu oleh kang Rizki Adityawan, S.si
- Tor
dan Korespondensi Dipandu
oleh kang Ashab Abdul Hakim
Acara ditutup dengan diadakannya
final tes untuk menguji pemahaman para peserta mengenai materi yang sudah
diberikan pada acara ini, lalu dilakukan pengumuman peserta terbaik selama
pelaksanaan acara Chemistry Leadership Training ini.
Seluruh peserta yang dianggap telah memenuhi kriteria penilaian sesuai yang telah disesuaikan dengan tujuan dari kegiatan ini diberikan sertifikat atas partisipasinya dalam kegiatan acara Chemistry Leadership Training.
Dokumentasi
![]() |
| Kematerian tentang etika berorganisasi |
![]() |
| Kematerian tentang analisis diri dan kondisi |
![]() |
| Kematerian tentang manajemen konflik dan resiko |
![]() |
| Kematerian tentang tor dan korespondensi |
OKSI (Orientasi Kemahasiswaan Sains Kimia) 2023
Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 30 September - 5 November 2023. OKSI ini bertemakan "Aktualisasi Mahasiswa Kimia yang Adaptif, Aktif, dan Kritis untuk Pribadi Tangguh di Masa Kuliah". Pada kegiatan tanggal 30 September 2023, dilakukan Opening Ceremony dengan turut mengundang Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi, Bapak Undang Syaripudin, S.H., M.Kom. dan juga ketua Jurusan Kimia Bapak Eko Prabowo Hadisantoso, M.Pkim. yang dilanjutkan dengan materi Wahyu Memandu Ilmu oleh Bapak Dr. Dede Suhender, M.Si. serta kekimiaan dan prospek kerja oleh Ibu Rizka Fitriyani, S.Pd., M.Si dan Fajar Gunawan, S.Si.
Pada tanggal 1 oktober 2023, mahasiswa baru diperkenalkan dengan budaya serta prospek jurusan yang terdapat di jurusan kimia melalui pengenalan organisasi HIMASAKI (Himpunan Mahasiswa Sains Kimia), IKAHIMKI (Ikatan Himpunan Kimia Indonesia) dan IKASAKI (Ikatan Alumni Sains Kimia) dan pengenalan komunitas yang berada di Jurusan Kimia. Pada tanggal 7 Oktober 2023 dilanjutkan dengan pematerian sidang dan juga simulasi sidang yang diisi oleh Yusri Fauzan, S.Si.
Kegiatan selanjutnya dilakukan dengan mentoring yang diisikan dengan materi Manajemen Kepemimpinan dan Organisasi, Manajemen Waktu, Kepemimpinan dalam Islam, Critical Thinking, Penulisan Jurnal dan Laporan, Isu Kimia yang diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa baru untuk menghadapi perkuliahan yang akan dijalani. Selanjutnya kegiatan OKSI ini dilanjutkan dengan kegiatan outdoor pada tanggal 3 November 2023 - 5 November 2023 dilaksanakan selama tiga hari dua malam. Kegiatan ini dilaksanakan di luar area kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung atau bertempat di Villa Rumba Camp Cilengkrang. Kegiatan outdoor dilakukan untuk menjalin rasa kekeluarga diluar kampus antar sesama warga kimia. Rangkaian kegiatan outdoor dimulai dari focus group discussion, pos to pos, materi dan simulasi advokasi, sidang pemilihan ketua angkatan, sharing section, dan penutupan kegiatan OKSI oleh ketua jurusan kimia Bapak Eko Prabowo Hadisantoso, M.Pkim.
CHEMISTRY GRADUATE GATHERING: SEBUAH UPAYA PELEPASAN WISUDAWAN JURUSAN KIMIA
![]() |
| Potret kegiatan CGG 93 di belakang laboratorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Sabtu, 16 September 2023 |
![]() |
| Potret kegiatan CGG 94 di Fakultas Sains dan Teknologi Kampus I lUIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Sabtu, 9 Desember 2023 |
![]() |
| Potret kegiatan CGG 95 di Fakultas Sains dan Teknologi Kampus I lUIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Sabtu, 23 Desember 2023 |
Chemistry Festival (CHEMFEST) 2023
Acara Chemistry Festival ini mendapatkan sambutan dan antusiasme yang hangat dari mahasiswa- mahasiswi yang berada di dalam maupun di luar UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta mahasiswa jurusan kimia dan para dosen. Kegiatan ini diadakan dari tanggal 03 Desember 2023 sampai dengan tanggal 27 Desember 2023. Pada kegiatan pembukaan dan Bincang Sosial (BINSOS) diadakan di Aula LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada hari minggu, 03 desember 2023 pukul 10.00 WIB s.d selesai dengan pemateri Anggi Mayangsari, M.Psi. Adapun kegiatan Tabligh Akbar diadakan pada tanggal 09 Desember 2023 pukul 15.00 WIB s.d selesai bertempat di masjid ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan pemateri Ustadz Rizal Wahid. Kegiatan lomba Esai Nasional dan Scientific Exploration Videography Competition dibuka pendaftaran pada tanggal 14 November 2023 hingga 13 Desember 2023 dengan peserta terbuka bagi mahasiswa/i aktif S1/sederajat di seluruh Indonesia. Acara Chemistry Festival ditutup dengan terselenggaranya Seminar Kimia disertai pengumuman lomba yang telah dilaksanakan tanggal 27 Desember 2023 pukul 09.00 WIB s.d selesai di Lt.4 Aula Perpustakaan serta Lt.1 Aula Student Center UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam acara ini menghadirkan pemateri seminar kimia Dr. Ir. Wahyu Purwanta, M.T, yang merupakan seorang peneliti ahli madya pusat riset lingkungan dan teknologi benih - BRIN.
Dokumentasi
The Dangers of Liquid Nitrogen for Health (Bahaya Nitrogen Cair Bagi Kesehatan)
Nitrogen cair memiliki sifat inert, tidak berwarna, tidak bersifat korosif, dan tidak mudah terbakar. Agar bentuk cair ini terjaga, nitrogen harus disimpan dalam kondisi bertekanan sangat tinggi dan suhu sangat rendah. Titik didih nitrogen cair berada di suhu -196°C, sehingga jika bertemu dengan benda lain dengan suhu yang lebih tinggi, ia akan berubah kembali menjadi bentuk gas.
Ice smoke atau sering dikenal ciki ngebul adalah salah satu jajanan kekinian yang belakangan menjadi trending dikarenakan beberapa kasus keracunan yang dialami anak anak. Daya tarik dari ciki ngebul adalah adanya asap yang mengepul dari makanan, sehingga ada juga yang menyebutnya sebagai dragon breath (nafas naga).
Kombinasi warna-warni ciki dan kebulan asap inilah yang menarik perhatian terutama bagi anak-anak. Asap yang muncul ini bersumber dari bahan yang disebut nitrogen cair (liquid nitrogen).
Di industri makanan dan minuman, nitrogen cair digunakan untuk mengurangi cemaran bahan kimia dan mikroba, memperlambat proses pemanasan dan oksidasi dalam proses pengiriman, serta mengawetkan makanan dengan proses pendinginan. Indonesia mengatur penggunaan nitrogen sebagai bahan penolong golongan bahan kontak pangan pendingin dan pembeku dalam Peraturan Badan POM Nomor 20 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Badan POM Nomor 28 Tahun 2019 tentang Bahan Penolong dalam Pangan Olahan.
Dampak negatif mengonsumsi makanan yang mengandung nitrogen cair :
Menghirup asap yang berasal dari nitrogen cair yang berlebihan, dapat menyebabkan asfiksia hingga kematian
Nitrogen cair yang bersentuhan langsung dengan bagian tubuh dapat menyebabkan frostbite, blister, dan kerusakan jaringan
Gastrointestinal barotrauma, yaitu cedera/trauma akibat peningkatan tekanan di lambung secara ekstrim.
Upaya Pencegahan konsumsi nitrogen cair dalam makanan :
Penjual atau pembuat makanan dan minuman harus memahami cara kerja, sifat, dan cara mengelola nitrogen cair.
Sebelum dikonsumsi, harus dipastikan bahwa sudah tidak ada cairan nitrogen yang menempel di makanan atau wadah penyajian untuk menghindari tertelannya nitrogen cair.
Tidak mengonsumsi makanan dan minuman jika masih mengeluarkan asap yang berasal dari nitrogen cair ataupun menghirup asap yang berasal dari nitrogen cair.
Penjual wajib menyampaikan kepada konsumen cara mengonsumsi makanan dan minuman yang disajikan dengan nitrogen cair secara aman.
Referensi : Ali D, Farber JM, Kim JH, Parto N, Copes R. 2021. A Qualitative Risk Assessment of Liquid Nitrogen in Foods and Beverages. Food Protection Trends, Vol.41, No.3, p293-304.
dr. Rahma Kusumawardhani, SpGK(2023) NITROGEN CAIR DAN DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN
[PENGUMUMAN PANITIA CLT 2023]
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr.Wb.
Hallo Markisa👋
Selamat untuk orang-orang luar biasa yang terpilih menjadi bagian dalam kepanitiaan CLT 2023 🤩✨
Selamat menjalankan tugas dan mengemban amanah, mari kita sukseskan acara CLT tahun ini dengan kerja keras dan semangat🥳
Untuk susunan kepanitiaan lengkapnya dapat dilihat sebagai berikut⬇⬇
Steering Committee (SC) : Intan Purnamasari
Organizing Committee (OC) : Anshel Aymar Rahman
Sekertaris OC : Ilham Maulana Syahidan
Bendahara OC : Syahla Putri Awaliyyah
Bidang Acara
Ketua Bidang : Susi Annisah
Staff Bidang :
Fitri Syahriah Mubarokah
Tia Esti Pebriyanti
Silvia Novitasari
Bidang Kestari
Ketua Bidang : Nayla Marwah Nandika
Staff Bidang :
Annisatul Miftahul Jannah
Rara Azzahra
Salsabila Meysa
Bidang Korlog
Ketua Bidang : Raden Vina Fitriana
Staff Bidang :
Adiani Nurul Hayati
Nursita Mawwadah
Azka Nur Aulia
Bidang Konsumsi dan Kesehatan
Ketua Bidang : Hannit Levi Pilliang
Staff Bidang :
Jeanny Nuarista Aulia
Lean kamalr
Yulia Dwi Nurhayati
Bidang PDD
Ketua Bidang : Alya Zazkia Nadila
Staff Bidang :
Aulia Nur Sabila
Muhammad Humam Adzkia
Selasi Khaira Annisa
Bidang Rekap dan Proses (Rekpro)
Ketua Bidang : Yani Anggraeni
Staff Bidang :
Ajeng Pina
Dessy Tri Wulandari
Hilma Nurul Aulia
Nabilah Annisa
Rahmawati Nuraeni
Renaldi Arif Maulana
Salma Widra Andriani
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Satu Bersama Selamanya Jaya Jaya Jaya!!!!
====================================
#DepartemenDalamNegeri
#BidangKaderisasi
#PanitiaCLT2023
#BidangInfokom
#HIMASAKI2023
#KabinetGrafena
#SatuBersamaSelamanya
JABIR IBNU HAYYAN [SCIENTIFIC EXPLORATION]
Distilasi atau dikenal juga dengan penyulingan merupakan cara pemisahan bahan kimia berdasarkan titik didih atau berdasarkan volatilitas untuk mengetahui senyawa murninya. Salah satu pencetus dan penemu distilasi adalah ilmuan muslim yaitu Jabir Ibnu Hayyan (Geber) dengan nama asli Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan Al-Adzi. Beliau hidup pada masa dua dinasti, yakni akhir kekhalifahan umayyah dan awal kekhalifahan bani Abbasiyah. Ciri dari eksperimental yang dilakukan oleh Jabir Ibnu Hayyan adalah eksperimennya yang bersifat kuantitatif dengan alat atau instrumen yang dibuatnya sendiri.
Kecintaannya terhadap sains khususnya ilmu kimia semakin mantap setelah ia mulai mempelajari ilmu kimia pada sang guru yaitu Barmaki Vizier. Beliau ikut berkontribusi dalam penemuan konsep konsep penting kimia. Seperti penemuan hukum perbandingan tetap, proses kristalisasi, kalsinasi, sublimasi serta pengembangan instrumen untuk percobaan.
Peristiwa Pemberontakan G30S/PKI
G30S PKI adalah sebuah peristiwa bersejarah yang terjadi pada malam tanggal 30 September hingga awal 1 Oktober 1965 di Indonesia. Peristiwa ini juga dikenal dengan sebutan Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) dan Gestok (Gerakan Satu Oktober).
Gerakan ini melibatkan pembunuhan enam perwira tinggi militer Indonesia dan beberapa orang lainnya dalam usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).
Peristiwa G30S PKI terjadi pada masa pemerintahan Presiden Sukarno yang menjalankan sistem “Demokrasi Terpimpin”. PKI, sebagai partai Stalinis terbesar di luar Tiongkok dan Uni Soviet, memiliki jumlah anggota yang sangat besar. Selain itu, PKI juga mengontrol gerakan serikat buruh dan gerakan petani di Indonesia. PKI memiliki lebih dari 20 juta anggota dan pendukung yang tersebar di seluruh daerah.
Tujuan G30S/PKI
Gerakan 30 September PKI memiliki tujuan yang menjadi perdebatan dan interpretasi berbeda. Namun, beberapa tujuan umum yang dihubungkan dengan gerakan ini adalah:
1. Pengambil alihan Kekuasaan
2. Mendukung Agendas Komunis
3. Menghapus Pengaruh Militer
4. Menghapus Faksi – Faksi Tertentu
5. Menciptakan Perubahan Sosial
Perwira yang Gugur
Dalam peristiwa Gerakan 30 September PKI, tujuh perwira tinggi militer Indonesia tewas sebagai hasil dari serangan yang terjadi. Para perwira yang gugur adalah:
1. Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani
2. Mayor Jendral Raden Soeprapto
3. Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
4. Mayor Jendral Siswondo Parman
5. Brigadir Jendral Donal Isaac Panjaitan
6. Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
7. Letnan Pierre Aandreas
Kematian perwira-perwira ini merupakan bagian dari peristiwa tragis yang mengguncangkan Indonesia pada waktu itu dan membawa dampak yang signifikan terhadap dinamika politik dan militer di negara tersebut.
Faktor pemicu timbulnya pemberontakan G30S-PKI
Sebelum terjadinya pemberontakan G30S (Gerakan 30 September) di Indonesia pada 30 September 1965, Partai Komunis Indonesia telah menjadi salah satu partai terbesar di Indonesia serta telah merangkul presiden soekarno, mempengaruhi dan membina sejumlah besar perwira-perwira Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan menguasai sebagian besar organisasi-organisasi nasional vital yang ada di Indonesia. Selain dari itu, juga tersebar kabar bahwa terjadi perpecahan di kalangan Angkatan Darat (AD) dan membuat fitnah-fitnah untuk menyingkirkan pimpinan Amerika Serikat (AS) yang ada dengan menggantinya dengan tokoh-tokoh perwira yang pro-komunis.
Setelah pengumuman berlakunya demokrasi terpimpin pada Juli 1969 yang bertujuan untuk mengatasi pertikaian antar partai-partai politik yang sudah ada, Partai Komunis Indonesia tampaknya memanfaatkan hal tersebut. Terjadilah pemberontakan G30S/PKI yang dipimpin oleh DN Aidit yang bertujuan untuk menyingkirkan TNI AD serta merebut kekuasaan. Tapi ternyata terdapat faktor-faktor lain yang memicu timbulnya pemberontakan G30S/PKI, diantaranya:
1. Angkatan Darat Menolak Pembentukan Angkatan Kelima
Angkatan Kelima merupakan unsur dari bentuk pertahanan dan keamanan Indonesia yang beranggotakan yaitu para buruh dan tani yang dipersenjatai yang diduga adalah gagasan dari PKI. Pada tanggal 14 Januari 1965 dalam keterangan wartawan, Ketua D.N. Aidit mengatakan bahwa partainya menuntut kepada Pemerintah agar kaum buruh dan tani dipersenjatai. Namun versi yang lain menyebutkan bahwa Angkatan Kelima sebenarnya merupakan ide dari Presiden Soekarno untuk menambah angkatan bersenjata di Indonesia karena menerima bantuan dari luar negri.
2. Angkatan Darat Menolak NASAKOM
NASAKOM merupakan singkatan dari Nasionalis-Agama-Komunis dan ini adalah ajaran Bung Karno yang mengharuskan adanya persatuan “nasional progresif revolusioner” dengan ketiga golongan politik tersebut sebagai “poros”-nya. Ajaran Nasakom ini oleh PKI diusahakan harus diterapkan secara struktural, yaitu bahwa dalam setiap badan dan kegiatan negara, termasuk ABRI, golongan komunis harus diikutsertakan. Maka dari itu, adalah keputusan yang tepat jika TNI-AD menolak nasakomisasi. Apalagi setelah melihat banyak kerusuhan yang diakibatkan oleh partai tersebut.
3. Angkatan Darat Menolak Poros Jakarta-Peking
Terjadi penyimpangan dari politik luar negeri bebas aktif yang menjadi cenderung condong pada salah satu poros. Poros Jakarta-Peking ini merupakan pemicu Cina untuk meluaskan semangat revolusi komunisnya di Asia Tenggara, dan akan merusak hubungan baik dengan negara-negara tetangga. TNI-AD telah memutuskan langkah yang bijak karena poros Jakarta-Peking akan menyebabkan ruang gerak Indonesia di forum internasional menjadi sempit sebab hanya berpedoman ke negara-negara komunis.
Kontroversial keterlibatan Soeharto dalam penumpasan G30S/PKI
Kesehatan soekarno menurun sejak pertengahan Agustus 1965 hingga menjelang terjadinya G30S telah tersebar berita sakit parahnya presiden soekarno. Menurut Roeder (1987), telah menjadi kebiasaan sebelumnya bahwa apabila Panglima Angkatan Darat berhalangan, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) ditunjuk sebagai penjabatnya. Menurut Sucipto (2013), mengingat Soekarno adalah Pemimpin Besar Revolusi (PBR), beliau mengumumkan dan memanggil semua panglima angkatan bersenjata bersama wakil perdana menteri dan pejabat penting lainnya. Pimpinan angkatan darat langsung berada di tangan beliau dan tugas-tugas sehari-hari dijalankan oleh Mayjen Pranoto Reksosamodra, sedangkan Mayjen Soeharto Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (KOSTRAD) ditunjuk untuk melaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban.
Soeharto adalah seseorang yang mengetahui rencana peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965. Pemberontakan G30S/PKI telah dilaporkannya kepada Soeharto pada 28 September 1965, dua hari sebelum penculikan para jenderal terjadi. Tetapi Soeharto selaku Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) tidak menggagalkan peristiwa yang membahayakan Soekarno selaku presiden.
Para ahli sejarah dan politik yang berpendapat bahwa Soeharto bukan tipe orang yang pintar yang bisa merancang kudeta secara sistematis. Soeharto hanyalah orang yang sudah tahu kejadian tersebut, melalui pertemuannya dengan Untung dan Latief.
Sehingga ia menjadi orang yang paling siap menghadapi sesuatu yang akan terjadi. Kesiapan Soeharto inilah yang menjadi senjata yang untuk menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) dan merebut kekuasaan dari Soekarno.
Menurut Pambudi (2006), belum jelas siapa dalang Gerakan 30 September, namun implikasi yang ditimbulkannya sangatlah jelas, Mayor Jenderal Soeharto berhasil mengambil alih Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) sepeninggalan Letnan Jenderal Ahmad Yani yang gugur dalam usaha perebutan kekuasaan di Lubang Buaya. Setelah Mayor Jenderal Soeharto berhasil menumpas komplotan Untung, target berikutnya membersihkan kekuasaan Presiden Soekarno. Penekanan Presiden untuk membubarkan Partai Komunis secara resmi, adalah jalan dipilihnya.
Sumber:
Eka Mandala. 2023. 14 Januari PKI Menuntut Buruh dan Tani Bersenjatai. Pinhome.id. Diambil dari https://www.pinhome.id/blog/pki-menuntut-buruh-dan-tani-dipersenjatai/
Andrianto. 2016. Kontroversi Keterlibatan Soeharto dalam Penumpasan G30S/PKI 1965. FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Diambil dari https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Kalpa/article/view/1591/1400
Nurasa Prasari. 2022. Apa itu peristiwa berdarah G30S/PKI? Ini penjelasannya. Hops.id. Diambil dari https://www.hops.id/trending/pr-2944958353/apa-itu-peristiwa-berdarah-g30spki-ini-penjelasannya
Annisa Medina Sari. 2023. G30S/PKI: Sejarah, Tujuan dan Tokoh yang Gugur. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Diambil dari https://fahum.umsu.ac.id/g30s-pki/
FENOMENA FREEZING SAAT TERKEJUT
Terkejut biasa terjadi ketika munculnya sesuatu yang tidak terduga atau suara yang keras yang tidak diduga. Perlu diketahui bahwa terkejut termasuk ke dalam salah satu dari tujuh jenis emosi dasar. Hal ini sesuai yang disebutkan oleh Plutchik (2003) bahwa terdapat beberap emosi dasar (basic emotion) yaitu, penerimaan (acceptance), jijik (disgust), gembira (joy), takut (fear), kesedihan (sadness), marah (anger), dan terkejut (surprise).
Ciri-ciri dari emosi terkejut dapat dilihat dari tiga komponen emosi manusia. Tiga komponen tersebut yaitu, subjektif, fisiologis, dan perilaku. Dari sisi subjektif, emosi terkejut dapat diketahui melalui perasaan yang dirasakan ketika mengalami emosi terkejut. Ciri emosi terkejut secara subjektif yaitu nafas terengah-engah, otot-otot menjadi tegang (Khusniyah et al., 2023), detak jantung menjadi lebih cepat, dan merinding. Kemudian ciri fisiologis merupakan ciri-ciri emosi yang dilihat berdasarkan kondisi fisik ketika mengalami emosi terkejut. Ciri-ciri emosi terkejut berdasarkan ciri fisiologis ini, yang paling terlihat adalah ekspresi wajah. Menurut Paul Ekman dan Friesen (1984) ciri-ciri fisiologis emosi terkejut diantaranya, alis terangkat keatas, mata terbelalak, dahi mengerut, dan rahang terbuka ke bawah menyebabkan bibir dan gigi terpisah (Astiningrum & Prawitasari, 2007).
Sedangkan ciri-ciri emosi terkejut berdasarkan perilaku yaitu ciri-ciri emosi terkejut berdasarkan tingkah laku pada seseorang ketika mengalami emosi tersebut. Ciri-ciri perilaku emosi terkejut yaitu, kesulitan berbicara atau menggerakkan lidahnya (Ghassani & Saifudin, 2020), bergerak menjauhi hal yang memicu munculnya emosi terkejut, berteriak, menjerit, dan terengahengah. Selain itu ciri ciri-ciri perilaku emosi terkejut yaitu tangan menutupi wajah jika hal yang mengejutkannya berupa hal yang menyeramkan, tangan memegangi, berteriak spontan (Suciati, 2014).
Mengapa kita terdiam (freeze) ketika terkejut? Sebuah penelitian di Columbia University pada lalat buah, berhasil mengidentifikasi serotonin, sebagai zat kimia yang memicu respon tubuh saat terkejut. Terjadi refleks yang kemudian membekukan tubuh sesaat, sebagai respon terhadap potensi ancaman.
Penelitian mengungkap, bahwa ketika seekor lalat yang mengalami perubahan tak terduga di sekitarnya, seperti halnya adanya getaran mendadak, maka akan terjadi pelepasan seretonin yang secara harafiah akan membantu menghentikan lalat untuk sementara waktu. Sebelumnya, hal ini disebut sebagai the biology of the startle response, yakni sebuah fenomena lazim dan sudah diamati pada hampir seluruh jenis hewan, namun masih misteri.
Menurut Prof. Richard Mann, PhD., peneliti utama di Columbias Mortimer B. Zuckerman Mind Brain Behavior Institute, melalui penelitian ini, dapat dibuktikan bahwa pada lalat, terjadi pelepasan serotonin secara cepat ke dalam sistem syaraf, sehingga mendorong penggerak awal untuk terdiam atau membeku. Karena serotonin ini juga terdapat pada manusia, maka temuan ini juga dapat menjelaskan kemungkinan yang terjadi ketika manusia terkejut.
Menurut sumber lain, proses mematung tersebut dinamakan attentive immobility. Attentive immobility terjadi kala rangsangan stres bertemu dengan proses mengambil tindakan seperti berkelahi atau melarikan diri.
Ketika momen itu terjadi, segala sesuatu akan tampak dalam gerakan lambat karena tubuh sedang memperhatikan dengan cermat apa yang tengah terjadi di sekelilingnya.
Respons lainnya disebut tonic immobility. Berbeda dengan attentive immobility, tonic immobility terjadi lebih awal dari rangsangan stres. Saat tonic immobility terjadi, detikers tidak memiliki pilihan untuk melarikan diri dan otak akan mencoba menghadapi ketakutannya.
Serotonin dan respon mengejutkan, memberi petunjuk tentang adanya proses kimia dan molekuler yang lebih kompleks, yang terjadi ketika hewan atau manusia terkejut. "Hasil ini menunjukkan bahwa serotonin memiliki potensi untuk berinteraksi dengan berbagai jenis sel syaraf dalam sistem syaraf lalat, seperti memandu gerakan dan memproses informasi sensorik," demikian pungkas Prof. Richard Mann.
Referensi :
1. The Zuckerman Institute at Columbia University, Penelitian telah dipublikasikan pada Current Biology tahun 2019.
2. Apriana B.A.E, 2023, Memahami Emosi Dasar Terkejut, UIN Maulana Malik Ibrahim
CFA 2023 : Berbagi Kebaikan Untuk Sejuta Senyuman
Chemistry For All (CFA) 2023 telah dilaksanakan pada 16 - 23 Juli 2023 di Kampung Cigadog RW.09 Desa Tanjung Wangi Kec. Cicalengka Kab. Bandung dengan beberapa rangkaian kegiatan, yaitu :
Chemistry Educate (Chemducate) berupa kegiatan membantu pengajaran di MI dan TK yang terdapat di Kampung Cigadog
Fun Science berupa pengenalan sains secara sederhana kepada siswa - siswi MI
Bersama Peduli Akan Lingkungan (Berpaling) berupa penyuluhan mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya kepada siswa - siswi MI dan pemberian inventaris berupa tong sampah kepada MI
Chemistry Counseling merupakan penyuluhan Lingkungan kepada masyarakat Kampung Cigadog tentang pemilahan sampah.
Co Care Chemistry merupakan kegiatan berupa pembagian sembako kepada masyarakat setempat dengan langsung mendatangi rumah warga.
Cek Mata Gratis adalah hasil kerjasama CFA HIMASAKI dengan Indonesia Melihat, berupa pemeriksaan mata gratis bagi warga kampung cigadog.
Chemistry Liliuran merupakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar bersama-sama dengan warga kampung cigadog.
Tablig Akbar adalah kegiatan pengajian dan tausiyah dari ustadz lalu dilanjutkan dengan tanya jawab.
Antusias dari masyarakat Kampung Cigadog membuat setiap kegiatan yang dicanangkan dapat terlaksana dengan sukses dan meriah. Di mulai dari rangkaian pembukaan yang dihadiri oleh perangkat Desa Tanjung Wangi, ketua RW Kampung Cigadog dan tokoh masyarakat.
Respon positif dari masyarakat Cigadog membakar semangat Panitia CFA untuk menjalankan setiap program kerja dengan maksimal. Pada kegiatan Pemeriksaan Mata Gratis, masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan ini, beberapa masyarakat di luar kampung Cigadog pun turut hadir dan berterima kasih atas penyediaan ini.
Keterlibatan dari Karang Taruna dan Ibu - Ibu PKK pun turut menyertai dalam beberapa program kerja, khususnya pada kegiatan Penutupan dan Tabligh Akbar. Kerja sama dengan dua pihak ini meningkatkan massa yang datang ke program yang kami laksanakan, seperti halnya pada Tabligh Akbar yang menjadikan banyak remaja ikut serta dalam kajian, mudah - mudahan bisa menjadi sebuah kebiasaan baru.
Chemistry For All (CFA) 2023 sukses menggaet Milk Life, Sambal Goreng SS, Setia Logam Putra untuk berkontribusi dalam menyukseskan seluruh rangkaian dari Chemistry For All.
Rangkaian kegiatan CFA ditutup oleh kegiatan panggung gembira yang diisi oleh penampilan-penampilan dari anak-anak kampung cigadog yang sudah dilatih selama satu pekan oleh rekan-rekan panitia CFA. Selain itu, warga pun turut memeriahkan dengan menyumbang penampilan. Kegiatan CFA ditutup dengan penampilan panitia sekaligus berpamitan pada warga Cigadog, rasa haru dan bangga menyelimuti perasaan kami semua karena rangkaian kegiatan CFA memberikan kesan yang baik dimata warga cigadog.
Hari Ozon Internasional tahun 2023
Hallo Markisa!
Markisa tau gak sih kalau hari ini diperingati sebagai hari apa? Yap betul sekali seperti yang sudah dilihat di postingan terbaru di instagram @himasaki_uinbdg, kalo hari ini kita lagi memperingati Hari Ozon Internasional Tahun 2023 dengan Tema “Montreal Protocol : fixing the ozone layer and reducing climate change atau Montreal Protocol : memperbaiki lapisan ozon dan mengurangi perubahan iklim”.
PENGUMUMAN PANITIA OKSI 2023
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr.Wb.
Hallo Markisa👋
Selamat kepada orang-orang luar biasa yang terpilih menjadi bagian dalam kepanitiaan OKSI 2023 🤩
Selamat menjalankan tugas dan mengemban amanah, mari kita sukseskan acara OKSI tahun ini dengan kerja keras dan semangat🥳
Untuk susunan kepanitiaan sebagai berikut ⬇️⬇️
SUSUNAN KEPANITIAAN
OKSI 2023
Steering Committe (SC) : Renaldi Arif Maulana
Organizing Committe (OC) : Ilham Maulana Syahidan
Sekertaris OC : Raden Vina Fitriana
Bendahara OC : Susi Annisah
Acara : Anshel Aymar Rahman
1. Allya Putri Adryani
2. Annisa Silmi Rosuli
3. Ariel Al Farizi
4. Bahawati Andal Kiay
Building : Hannit Levi Pilliang
1. Rizky Novianti
2. Nabilah Annisa
3. Syifa Nabila Afifah
Creator : Syahla Putri Awaliyyah
1. Nafisah Staustan
2. Risma
Korlap : Nasywa Putri Alzahra
1. Silfani Andiniyati
2. Putri Bintang Permata Sari
3. Nopia Fitriyani
4. Tsania Saadi Ridwan
Konsumsi : Alya Zazkia Nadila
1. Ananda Chikal H
2. Diyah Safitri
3. Intan Aulia Windana
Kesehatan : Nayla Marwah Nandika
1. Wulan Anggraeni
2. Sylvia Nurhasanah
3. Hilma Nurul Aulia
4. Nurul Auliya
Logistik : Raihan Fathirriza Firdaus
1. Fiona Putri Septiani
2. Fitri Syahriah Mubarokah
3. Farhah Azzah Fauziyyah
4. Atha Imannisa Madani
Kestari : Irsam Muhammad Fadhilah
1. Rahma Nur Fitria
2. Safira Nurhaliza
3. Rika Puspitasari
PDD : Nova
1. Zahra Aulia Rahma
2. Ilmi Fauziyah
3. Brilliani Hasanah
Mentor : Yussie Aulia Puspitasari
1. Suci Nurazizah
2. Khairunnisa Nuruzzahra
3. Ajeng Pina Purnama Asih
4. Keniwati Setiawan
5. Hawwa Nur Qurrotu'aini Firdaus
6. Rika Octaviyani
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Satu Bersama Selamanya Jaya Jaya Jaya!!!!
====================================
#DepartemenDalamNegeri
#BidangKaderisasi
#PanitiaOKSI2023
#BidangInfokom
#HIMASAKI2023
#KabinetGrafena
#SatuBersamaSelamanya
Pentingnya Menggunakan Sunscreen
Kita hidup di negara Indonesia yang berada pada daerah khatulistiwa, beriklim tropis dengan suhu rata-rata yang relatif tinggi sepanjang tahunnya. Paparan sinar matahari yang relatif tinggi ini dapat menyebabkan kerusakan pada kulit karena adanya radiasi dari sinar ultraviolet (UV). Sinar ultraviolet (UV) adalah jenis radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari cahaya tampak manusia, tetapi lebih panjang dari sinar X. Sinar UV memiliki panjang gelombang 100–400 nm dan terbagi menjadi tiga jenis yaitu : UV A (315–400 nm), UV B (280–315 nm) dan UV C (100–280 nm).
Radiasi sinar UV dapat berbahaya bagi kulit dimana UV-A dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit. UV-B dapat menyebabkan kulit terbakar dan berkontribusi pada risiko kanker kulit. Sedangkan UV-C sangat berbahaya, tetapi umumnya diserap oleh lapisan ozon di atmosfer.
Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menghindari bahaya sinar UV? Secara umum ada dua macam cara untuk melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar UV yaitu, perlindungan secara fisik, yakni dengan memakai payung, topi lebar, baju dan celana lengan panjang. Selain itu, dapat dilakukan perlindungan secara kimiawi dengan mengoleskan produk-produk perlindungan dari sinar matahari langsung pada kulit seperti penggunaan sunscreen pada kulit.
Sunscreen seperti apa yang kita butuhkan untuk kulit? Sebelum itu, Ada 2 kategori sunscreen yang dapat digunakan pada kulit yaitu sunscreen anorganik dan sunscreen organik. Sunscreen Anorganik atau dapat juga disebut physical blockers ini merupakan tabir surya yang diformulasi dari bahan kimia yang memiliki mekanisme UV-blocking dengan cara memantulkan (reflector) atau menghamburkan (scattter) sinar ultraviolet. Bahan aktif nya adalah Zinc Oxide (ZnO) dan Titanium Dioksida (TiO₂). Sedangkan sunscreen organik biasanya juga disebut chemical absorber. Bekerja dengan cara menyerap sinar UV yang terpapar kulit. Kerugian sunscreen jenis ini adalah adanya rasa gatal dan iritasi kulit. Beberapa senyawa yang memiliki mekanisme ini seperti Octyl Methoxy Cinnamate (OMC), Benzhophenones, Paraminobenzoic Acid (PABA) dan Champora. Berdasarkan hal tersebut kita dapat menggunakan sunscreen sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing.
Bagaimana efektivitas sunscreen pada kulit? Efektifitas sunscreen ditunjukkan dengan nilai Sun Protection Factor (SPF), dimana jika nilai SPF yang didapatkan semakin besar, maka semakin besar pula efektivitas perlindungan yang didapatkan. Nilai SPF suatu produk menyatakan perbadingan antara waktu yang dibutuhkan oleh radiasi sinar UV-A dan UV-B untuk menimbulkan eritema pada kulit yang tidak terlindungi dengan tingkatan eritema yang sama.
Conclution :
Sunscreen adalah sediaan yang dibuat untuk menghalangi radiasi cahaya matahari masuk kedalam kulit. Terdapat 2 jenis sunscreen yang bisa kita gunakan sesuai dengan kondisi kebutuhan kulit, diantaranya adalah Sunscreen Anorganik yang bekerja dengan cara memantulkan (reflector) atau menghamburkan (scattter) sinar ultraviolet. Sedangkan Sunscreen Organik bekerja dengan cara menyerap sinar UV yang terpapar kulit.
Reference :
Dewi, M, Neti, S 2013, AZ Tentang Kosmetik, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
Roelandts R 2009, History of Photoprotection. Clinical Guide to Sunscreens and Photoprotection, Informa Healthcare, New York.
Umborowati, MA, Rahmadewi 2014, ‘Studiretrospektif: diagnosis dan terapi pasien melasma’, Berkala Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin, 26(1), pp. 56–62.
Watson, M, Holman, DM, Maguire-Eisen, M 2016, ‘Ultraviolet radiation exposure and its impact on skin cancer risk’ Seminars in Oncology Nursing, 32(3), pp. 241-254.
Rahasia Spesi Kimia dalam Air Susu Ibu (ASI)
Spesi kimia didefinisikan sebagai bentuk spesifik suatu unsur dengan struktur molekular atau kompleks tertentu. Spesi kimia dalam ASI berupa molekul sederhana yang mudah diserap oleh sistem pencernaan bayi. Molekul- molekul tersebut disebut juga sebagai nutrisi yang memiliki fungsi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berikut merupakan nutrisi - nutrisi yang terkandung dalam ASI;
- Kolostrum
Kolostrum merupakan air susu pertama yang dihasilkan oleh ibu yang baru saja melahirkan. Kolostrum mengandung sel darah putih dan protein pelawan infeksi tertinggi. Kolostrum dalam ASI menyediakan selaput pelindung yang berguna untuk menutupi kebocoran dalam lapisan usus dan mencegah lewatnya kuman serta alergen yang tidak diundang. Selain itu kolostrum juga mengandung kurang lebih 90 bahan bioaktif spesi kimia pendukung sistem imun dan pertumbuhan, serta vitamin, mineral, dan asam amino. Spesi kimia ini bekerja sinergis dalam membangun sistem imun dan pertumbuhan bayi.
- Laktosa
Laktosa merupakan bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana. Para ahli gizi yakin bahwa laktosa pada ASI adalah gizi yang penting untuk mengembangkan jaringan otak bayi. Selain itu, laktosa dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang berguna yaitu lactobacillus bividus.
- Lemak
Komponen penting dalam keluarga lemak adalah kolesterol. Kolesterol membantu pertumbuhan otak serta menyediakan komponen dasar dari hormon, vitamin D, dan empedu pada pencernaan atau usus. Komponen lemak lainnya yang terkandung dalam ASI adalah DHA dan ARA. DHA dan ARA dibutuhkan untuk membangun myelin, yaitu sarung pembungkus di sekitar masing-masing saraf yang membantu rangsangan saraf elektris untuk bergerak dan sampai ke tempat yang dituju dengan lebih cepat.
- Protein
ASI mengandung protein yang secara spesifik memang telah dirancang untuk pertumbuhan bayi. substansi hebat pendorong pertumbuhan ini tidak dapat diproses oleh pabrik atau dibeli. Masing-masing faktor istimewa ini melakukan hal terbaik bagi bayi. ASI mengandung protein terpilih lain yang secara alamiah tidak terdapat dalam susu sapi atau formula. Protein tersebut antara lain, taurine dan laktoferin. Taurin merupakan spesi protein otak, diyakini dapat meningkatkan perkembangan otak dan sistem saraf. Sedangkan laktoferin adalah spesi protein lain yang unik dan khusus bagi air susu manusia, zat ini berperan layaknya kapal feri yang mengangkat zat besi yang bernilai dari air susu ibu ke darah bayi. Protein khusus ini juga menjaga kebersihan bakteri baik yang ada dalam usus bayi.
- Vitamin dan Mineral
Vitamin, mineral, dan zat besi yang terkandung dalam ASI memiliki spesi kimia yang spesifik dan bermanfaat tinggi bagi pertumbuhan bayi. Sebagian besar gizi tersebut terserap dengan baik oleh bayi, dan hanya sedikit residu yang terbuang. Sebaliknya, susu sapi atau susu pabrikan, walaupun kandungan gizinya tinggi, tidak dapat terserap dengan baik semua, sehingga yang terbuang lebih banyak. Hal ini juga memperberat kerja sistem pencernaan bayi.
Spesi kimia unik dalam ASI yang telah dibahas di sini hanyalah sebagian kecil spesi kimia penting yang sudah terungkapkan, masih banyak spesi kimia lainnya yang terdapat dalam ASI yang belum terungkapkan fungsi dan struktur kimianya. Penelitian lebih lanjut tentang spesiasi kimiawi dalam ASI merupakan suatu keniscayaan untuk mengungkapkan keagungan dan kedahsyatan kandungan gizi air susu ibu dibandingkan susu sapi atau susu pabrikan.
Referensi
Fitri, Noor. REFLEKSI NILAI-NILAI KEISLAMAN PADA PERKEMBANGAN DAN APLIKASI ILMU KIMIA. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. 2017.
Novia, Riska. "ANALISIS KANDUNGAN LAKTOSA dan PROTEIN PADA AIR SUSU IBU (ASI) DAN SUSU FORMULA." Jurnal Kesehatan 02, no.5 (2019): 426-433.
Hendarto, Aryono. 2013. Nilai Nutrisi Air Susu Ibu. idai.or.id. 27 Agustus 2013.
BERITA ACARA WORKSHOP CHEMISTRY FESTIFAL (CHEMFEST)
Workshop Chemistry Festifal (CHEMFEST) merupakan salah satu program kerja HIMASAKI yang berada dalam Darpartemen PKK khususnya Bidang Penelitian dengan kegiatan pelatihan mengenai eksperimen kimia yang bertujuan untuk mengenalkan “kimia” kepada seluruh mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan membuat suatu produk, yang nantinya akan di pamerkan dalam suatu pameran ataupun sebagai hiasan pribadi. Kegiatan ini dibawah naungan Youth Science Club yang diadakan satu kali dalam satu periode. Dengan diadakannya kegiatan Workshop Chemistry Festifal (CHEMFEST), diharapkan dapat bermanfaat bagi Mahasiswa program studi S1 Jurusan Kimia maupun jurusan lain Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan pada pelaksanaan Workshop Chemcraft 2023 yang bertemakan “Creating Stunning Masterpiece With Epoxy Resin” yang artinya “Menciptakan Mahakarya Menakjubkan Dengan Resin Epoksi” yakni membuat kerajinan tangan yang berhubungan dengan kimia dengan menggunakan epoxy resin pada tanggal 17 Juni 2023, dengan peserta Mahasiswa/i umum dari berbagai universitas dan berbagai program studi. Perencanaan konsep, penyusunan kepanitiaan, pembagian jobdesc panitia, dan persiapan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2023.
Dalam kegiatannya para peserta membuat 2 karya dari epoxy resin yaitu gantungan kunci dan pembatas buku, masing-masing pesertanya akan dapat 1 box yang berisi resin, katalis, potongan bunga edelweiss, sarung tangan lab, ring, 2 cetakan, tassel dan juga kertas foil emas, semua sudah lengkap sehingga para peserta tidak perlu membawa alat dan bahan sendiri. Untuk workshop ini berbayar yaitu sebesar Rp. 20.000,00. Selain bisa membawa karya para peserta juga mendapatkan E-sertifikat, Snack, doorprize, ilmu seputar kimia hingga teman baru.
Pada agenda Workshop Chemistry Festifal (CHEMFEST) menjadi tahun pertama dengan peserta sebanyak 90 orang, mulai dari mahasiswa Universitas Padjajaran, Universitas Siliwangi, Universitas Pasundan, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Telkom dan lain sebagainya. Berikut merupakan dokumentasi dari pelaksanaan Workshop Chemistry Festifal (CHEMFEST)
Alhamdulillah rangkaian kegiatan acara Workshop Chemistry Festifal (CHEMFEST) dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon yang positif dari mahasiwa/i dari jurusan kimia UIN Sunan Gunung Djati sendiri hingga kepada Mahasiswa/i umum.
















