Showing posts with label Kimia. Chemistry. Show all posts

  • SCIENTIFIC EXPLORATION 4: HOW BLUE LIGHT AFFECTS YOUR SLEEP

    0

     

    HOW BLUE LIGHT AFFECTS YOUR SLEEP

     

     

    Cahaya terdiri dari radiasi elektromagnetik yang merupakan bentuk energi yang tidak terlihat. Mata kita menafsirkan warna cahaya berdasarkan jumlah energi yang dikandungnya. Pelangi menunjukkan kepada kita seluruh spektrum cahaya tampak. Cahaya putih, seperti cahaya yang dipancarkan oleh matahari, adalah kombinasi dari semua warna spektrum cahaya tampak [1].

    Suatu sinar yang disebut Hight Energy Visible (HEV) atau lebih dikenal sebagai Blue Light merupakan salah satu bagian dari spektrum cahaya yang sangat kuat [2]. Blue light dihasilkan oleh peralatan elektronik seperti smartphone, tablet, laptop, bahkan lampu LED (Light Emitting Diode). Blue light merupakan cahaya tampak dengan panjang gelombang antara 400 sampai 450 nanometer (nm). Seperti namanya, jenis cahaya ini dirasakan berwarna biru. Tetapi, blue light juga dapat dirasakan dari warna lain, seperti pada cahaya putih dari gadget yang sebenarnya mengandung blue light [3].

    Pada siang hari, blue light ini dapat meningkatkan mood dan produktivitas manusia. Namun, paparan blue light pada malam hari dalam dosis yang tinggi akan memungkinkan menyebabkan dampak buruk ketika diserap oleh sel dalam tubuh manusia dibandingkan dengan cahaya yang lain. Salah satu dampak buruk tersebut adalah menurunkan kualitas dan kuantitas tidur pada manusia [1].

    Hal ini dapat dijelaskan oleh suatu istilah yang disebut dengan ritme sirkadian. Ritme sirkadian merupakan siklus 24 jam yang diatur dengan baik yang membantu tubuh kita untuk mengetahui kapan kita harus menjalankan fungsi-fungsi penting dalam tubuh kita [4]. Cahaya adalah faktor terpenting dalam menyelaraskan ritme sirkadian ini, dan untuk manusia, ritme ini sangat selaras dengan waktu matahari terbit dan terbenam. Saat matahari terbit, cahaya mempengaruhi kita untuk beraktivitas. Lalu saat matahari terbenam, cahaya mempengaruhi kita untuk mulai beristirahat. Dengan adanya blue light pada alat elektronik buatan seperti gadget, menjadikan manusia ini mengalami peningkatan jumlah cahaya sebelum tidur. Meskipun semua jenis cahaya ini dapat mempengaruhi ritme sirkadian, tetapi blue light inilah yang memiliki dampak terbesar [1].

    Menurut penelitian, blue light dua kali lipat lebih banyak dari cahaya lainnya dalam menekan sekresi hormon melatonin, hormon inilah yang membuat manusia merasa mengantuk. Hormon melatonin mempengaruhi ritme sirkadian sehingga ketika manusia terkena paparan blue light secara terus-menerus pada malam hari akan merangsang otak manusia dengan berpikir bahwa ini masih siang hari [4]. Jadi, bukannya merasa lelah, namun manusia malah merasa terjaga dan pada akhirnya hal itu dapat menggeser waktu tidur dan menurunkan kualitas dan kuantitas tidur [1]. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang digunakan di depan layar, maka semakin sedikit waktu untuk tidur [5]. Ketidaksejajaran kronis


    ritme sirkadian juga dapat menyebabkan banyak dampak negative pada kesehatan, termasuk gangguan metabolisme seperti diabetes, peningkatan risiko stress, dan masalah kardiovaskular (gangguan pada jantung dan pembuluh darah) [1].

    Manusia tentunya memiliki cara untuk dapat mencegah paparan blue light yang telalu banyak di malam hari. Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah mematikan sumbernya, yaitu dengan mematikan peralatan elektronik (smartphone, laptop, tablet) yang digunakan. Namun, sepertinya hal ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang karena gadget tentunya sudah menjadi bagian penting, terutama dalam berkomunikasi ataupun bagi beberapa orang yang memang mengharuskan mereka bekerja di malam hari [1].

    Maka alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur cahaya pada layar gadget saat menggunakannya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengunduh software yang tersedia untuk menyaring gelombang cahaya yang diterima oleh mata, atau mengaktifkan “dark mode” dan “eye protection” pada fitur gadget yang tersedia [4]. Lalu untuk lebih memaksimalkan pencegahan yang dilakukan, bisa menggunakan filter blue light yang terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dibandingkan dengan yang tidak menggunakan filter blue light [6]. Akan lebih baik pula, menggunakan kacamata anti blue light yang dapat mengurangi penekanan hormon melatonin dari cahaya terang [4].

    Oleh karena blue light ini bukan hanya bersumber dari layar gadget, tetapi bisa juga dari lampu LED yang digunakan untuk menerangi ruangan, jadi untuk mencegah paparan blue light yang berlebihan saat malam hari bisa dengan mematikan lampu LED tersebut. Namun, karena terkadang sebagian orang tidak bisa tertidur dengan lampu yang mati. Maka solusinya adalah dengan meredupkan lampu yang digunakan sehingga tidur dengan cahaya pada lampu tidur. Bagi orang yang menyukai membaca sebelum tidur bisa mencoba untuk menggunakan lampu yang lebih baik yang tidak memancarkan cahaya biru, seperti beralih menggunakan cahaya berwarna oranye [1].

    Referensi:

     

    [1]

    R.    Newsom,   "How   Blue   Light    Affects   Sleep,"   12   April   2022.   [Online].   Available: https://www.sleepfoundation.org/bedroom-environment/blue-light. [Accessed 12 June 2022].

    [2]

    J. V. R. Siprianus, "Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Penurunan Ketajaman Penglihatan,"

    Keparawatan Florence Nightingale (JFKN), vol. 4, pp. 24-30, June 2021.

    [3]

    D. Ramsey, "Will blue light from electronic devices increase my risk of macular degeneration and blindness," 1 May 2019. [Online]. Available: https://www.health.harvard.edu/blog/will-blue-light- from-electronic-devices-increase-my-risk-of-macular-degeneration-and-blindness-2019040816365.

    [Accessed 12 June 2022].


    [4]

    "What is blue light? The effect blue light has on your sleep and more," 7 July 2020. [Online]. Available: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/blue-light-has-a-dark-side. [Accessed 12 June 2022].

    [5]

    N. W. Dhea, "Perbanndingan screen-time berdasarkan kuantitas dan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta pada pandemi Corona Virus Diease- 19," Kedokteran Syiah Kuala, vol. 21, pp. 117-122, August 2021.

    [6]

    S. G. Shanmugasundaram, "Effect of Electronic Gadget Usage on Sleep Quality among Medical Student in Chennai," Indian Journal of Public Health Research and Development, vol. 10, p. 4, March

    2020.

     

    #BidangKeilmuan #DepartemenPKK #PKKMembumi #KabinetAdhikarsa #HIMASAKI2021-2022

      HOW BLUE LIGHT AFFECTS YOUR SLEEP     Cahaya terdiri dari radiasi elektromagnetik yang merupakan bentuk energi yang tida...
  • SCIENTIFIC EXPLORATION 3 : LARANGAN MENIUP MAKANAN

    0


    SCIENTIFIC EXPLORATION

    LARANGAN MENIUP MAKANAN

    Tau gak sih Chems? Ternyata meniup makanan/minuman dapat membahayakan tubuh lho! 

    Yuk simak penjelasannya…

    Makanan merupakan salah satu kebutuhan makhluk hidup untuk mendapatkan nutrisi yang kemudian diolah menjadi energi. Yang digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Namun realitanya makanan juga bisa menjadi penyebab sumber penyakit. Nah hal ini dapat diakibatkan oleh pola perilaku hidup sehat. 

    Dalam agama islam sangat memperhatikan masalah pola perilaku hidup sehat termasuk adab-adab dalam makan dan minum. Salah satunya yaitu kebiasaan meniup makanan/minuman sebelum dikonsumsi. Perilaku ini sangat tidak dianjurkan dalam islam. Bahkan Rasulallah SAW melarang untuk meniup makanan/minuman panas karena sangat berbahaya bagi tubuh. Jangan meniup makanan dan minuman yang panas, memakan makanan yang panas, serta minum tergesa-gesa, karena Rasulullah Saw mengisyaratkan larangan meniup napas dalam piring ataupun gelas. (Anam, 2016). Berdasarkan hadist riwayat Tirmidzi :

    حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَيُّوبَ وَهُوَ ابْنُ حَبِيبٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا الْمُثَنَّى الْجُهَنِيَّ يَذْكُرُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ النَّفْخِ فِي الشُّرْبِ فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِي الْإِنَاءِ قَالَ أَهْرِقْهَا قَالَ فَإِنِّي لَا أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ فَأَبِنْ الْقَدَحَ إِذَنْ عَنْ فِيكَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

    Telah menceritakan kepada kami Ali bin Khasyram, telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus dari Malik bin Anas dari Ayyub bin Habib bahwa mendengar Abu Al-Mutsanna Al-Juhanni menyebutkan dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa Nabi Saw melarang untuk meniup ke dalam minuman. Kemudian seroang laki-laki berkata, "Lalu bagaimana bila aku melihat kotoran di dalam bejana?" Beliau bersabda, "Kalau begitu, tumpahkanlah." Ia berkata lagi, "Sungguh, aku tidaklah puasa dengan sekali tarikan nafas." Beliau bersabda, "Kalau begitu, jauhkanlah bejana (tempat untuk minum) dari mulutmu." Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih (HR. Tirmidzi: 1809) 

    Larangan Rasulullah Saw agar tidak meniup meniup makanan atau minuman panas sudah banyak dibuktikan secara ilmiah, sejalan dengan kemajuan IPTEK di era modern yang sangat pesat.

    Secara reaksi kimia, makanan yang mengandung air jika ditiup maka akan terjadi reaksi penggabungan antara H2O dan CO2. Dimana saat kita meniup makanan maka kita melepaskan CO2 yang yang merupakan buangan respirasi. Sementara itu pada makanan/minuman panas menghasilkan uap air berupa H2O, ketika keduanya bergabung maka akan menghasilkan H2CO3 berdasarkan reaksi berikut.

    Perlu kita tahu bahwa di dalam darah terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah merupakan buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH). Derajat keasaman (pH) darah manusia normalnya berkisar antara 7.35 hingga 7.45. Tubuh manusia mampu mempertahan keseimbangan asam dan basa agar proses metabolisme dan fungsi organ dapat berjalan optimal. (Seifter, 2014)

    Jika terdapat kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, dapat menyebabkan kelainan Asidosis dan Alkalosis. Asidosis berarti terjadi peningkatan jumlah komponen asam sehingga menyebabkan menurunnya pH darah (pH < 7.35 ). Sedangkan Alkalosis berarti terjadi peningkatan jumlah komponen basa sehingga menyebabkan meningkatnya pH (pH > 7.45)

    Asidosis Metabolik adalah keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah. Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH, darah akan benar-benar menjadi asam.

    Gejala asidosis metabolik yaitu merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan kematian.(Hawfield & Forest, 2010)


    REFERENSI

    Anam, K. (2016). PENDIDIKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM PRESFEKTIF ISLAM. Jurnal Sagacious. 3(1), 67–78.

    Hawfield, A. T., & Forest, W. (2010). Acid – Base Balance Disorders. Encyclopedia of  Life Sciences (ELS). https://doi.org/10.1002/9780470015902.a0002250.pub2

    Seifter, J. L. (2014). Integration of Acid–Base and Electrolyte Disorders. New England Journal of Medicine. https://doi.org/10.1056/NEJMra1215672


    SCIENTIFIC EXPLORATION LARANGAN MENIUP MAKANAN Tau gak sih Chems? Ternyata meniup makanan/minuman dapat membahayakan tubuh lho!  Yuk simak p...
  • SCIENTIFIC EXPLORATION 2 : BERBUKA PUASA DENGAN YANG MANIS? BAHAYA!!

    0

     

    SCIENTIFIC EXPLORATION

     

    BERBUKA PUASA DENGAN YANG MANIS? BAHAYA!!

    Tentu kita sudah sering mendengar kalimat "berbukalah dengan yang manis". Tetapi apakah benar demikian ?

    Saat sedang berpuasa, proses metabolisme tubuh akan melambat, karena nutrisi saat sahur telah banyak menghilang setelah seharian melakukan banyak aktivitas. Dokter Spesialis Gizi Klinik, Johanes Chandrawinata menyatakan asupan gula dari makanan atau minuman manis mampu mengembalikan gula darah yang sempat turun selama berpuasa. Sayangnya, kebanyakan orang menyantap sajian manis sembarangan seperti makanan tinggi gula dan sirup secara berlebihan saat buka puasa. Alhasil, kadar gula darah segera meningkat, tetapi tubuh masih merasa lapar dan justru semakin menginginkan makanan dan minuman manis.

    Lalu bagaimana cara yang benar dalam berbuka puasa dengan yang manis? Memilih makanan alami yang juga mengandung serat bernutrisi tinggi, seperti :

    • Buah kurma
    • Jus buah atau smoothies
    • Es buah tanpa pemanis buatan
    • Buah-buahan

    World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa rekomendasi asupan gula adalah lima persen dari total asupan kebutuhan kalori. Misalnya, kebutuhan kalori tubuh pria aktif adalah sekitar 2000 kalori, sehingga kebutuhan gulanya adalah enam sendok teh per hari. Karena itu, meski dianjurkan untuk berbuka dengan yang manis, Anda harus berusaha menjaga asupan gula agar tidak berlebihan. Menurut dr. Jessica, bila sudah buka puasa dengan minuman manis, batasi asupan makanan manis setelahnya.

    Berbuka Puasa dengan yang Manis Dalam Persfektif Islam

    عن أنس بن مالك قال * كان النبي صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبات قبل ان يصلي فان لم يكن رطبات فتمرات فان لم يكن تمرات حسا حسوات من ماء رواه أحمد وأبو داود والترمذي

    Artinya, “Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa kurma matang dan basah sebelum melangsungkan shalat. Kalau taka da kurma basah, Rasulullah SAW berbuka dengan kurma kering. Bila taka da kurma kering, ia meminum beberapa teguk air,” (HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi).

    Berdasarkan hadits diatas dapat diketahui bahwa dalam islam tidak ada hadits yang menjelaskan langsung bahwa umat muslim sunnah berbuka dengan yang manis, karena contoh dari Rasulullah SAW yang disaksikan para shahabatnya adalah berbuka dengan dengan kurma dan air putih.

    Kesimpulan

    Boleh saja berbuka dengan yang manis untuk mengembalikan kadar gula yang turun akibat berpuasa tetapi jangan berlebihan karena "segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik"

    Daftar Pustka

    • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2994581/haruskah-buka-puasa-dengan-makanan-manis
    • https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/menu-berbuka-puasa-harus-manis/
    • https://islam.nu.or.id/bahtsul-masail/hukum-buka-puasa-dengan-yang-manis-seperti-kue-lupis-atau-es-campur-aEA0v
      SCIENTIFIC EXPLORATION   BERBUKA PUASA DENGAN YANG MANIS? BAHAYA!! Tentu kita sudah sering mendengar kalimat "berbukalah dengan...
  • SCIENTIFIC EXPLORATION 1 : BENARKAH CINTA MERUPAKAN REAKSI KIMIA

    0

     SCIENTIFIC EXPLORATION


    BENARKAH CINTA MERUPAKAN REAKSI KIMIA

                   Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertariakn pribadi.Sedangkan reaksi kimia adalah suatu perubahan kimia dari zat-zat yang bereaksi(reaktan) dan menghasilakn hasil reaksi (produk). Lalu apasih hubungan Antara cinta dan reaksi kimia?mengapa cinta disebut sebagai salah satu proses kimia?

    Secara ilmiah, perasaan cinta adalah sekumpulan reaksi kimia yang terjadi pada manusia. Dilansir dari The Art of Charm, reaksi kimia yang terjadi pada tubuh ini menyebabkan munculnya tindakan-tindakan tertentu selama jatuh cinta

    Pada reaksi ini, otak memiliki peran yang paling penting karena menyangkut bagaimana perasaan dan pandangan terhadap orang lain. Ketika senang, maka dopamin akan muncul ke dalam otak. Dopamin ini juga membantu meningkatkan jumlah testosteron yang diproduksi dalam tubuh

    1. Norepinephrine dan Phenylethylamine

                   Ketika seseorang jatuh cinta, tubuh mereka memproduksi norepinephrine dan phenylethylamine yang membantu munculnya perasaan senang yang berlebih. Itulah mengapa wanita selalu cenderung untuk hanya peduli terhadap orang yang disukai dan mengabaikan hal-hal lain ketika jatuh cinta

    1. Oxytocin

                    Zat terakhir yang muncul adalah oxytocin. Oxytocin biasanya diproduksi ketika sedang bermesraan atau berhubungan seks. Wanita memiliki kecenderungan untuk memproduksi lebih banyak zat ini dibanding pria. Oxytocin membantu agar tubuh menjadi lebih nyaman dan hanya diproduksi ketika berada dekat dengan orang yang dicintai. Itulah mengapa terkadang kita sering merasa ingin bertemu terus dengan orang yang disukai.

                    Gabungan reaksi yang disebabkan dopamin, testosteron, oxytocin, norepinerhine dan phenylethylamine munculnya perasaan yang berbeda ketika jatuh cinta. Gabungan reaksi tersebut membuat orang selalu mengidamkan cinta dan merindukan orang yang dicintainya. Itulah mengapa kadang orang merasa bahwa cinta bagaikan candu


    Sumber : https://www.merdeka.com/gaya/kenali-zat-zat-kimia-yang-muncul-dari-tubuh-ketika-jatuh-cinta.html
      SCIENTIFIC EXPLORATION BENARKAH CINTA MERUPAKAN REAKSI KIMIA                Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan keter...
  • Chemistry For All (CFA) 2017

    0
    Hai Chemist!
    Kali ini informasi yang akan dibagikan yaitu berkaitan dengan kegiatan yang akan diselenggarakan oleh HIMASAKI, lebih tepatnya berupa program kerja dari departemen luar negeri, yaitu Chemistry for All (CFA) atau yang lebih dikenal dengan Desa Binaan (DESBIN) dengan tema "Pengembangan Potensi Lokal Guna Membangun Desa yang Mandiri,Kreatif,Inovatif,dan Produktif".

    Hai Chemist! Kali ini informasi yang akan dibagikan yaitu berkaitan dengan kegiatan yang akan diselenggarakan oleh HIMASAKI, lebih tepatnya...
  • Copyright © - HIMASAKI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
    Design by INFOKOM 2023