• Friday, October 11, 2024

    Patung Liberty atau Statue of Liberty adalah salah satu monumen terkenal di dunia yang terletak di Pulau Liberty di pelabuhan New York, Amerika Serikat. Patung ini memiliki sejarah yang kaya dan penuh makna, terutama sebagai simbol kebebasan dan persahabatan antara Amerika Serikat dan Prancis. Patung Liberty adalah hadiah dari Prancis kepada Amerika Serikat untuk merayakan seratus tahun kemerdekaan Amerika dan persahabatan antara kedua negara. Gagasan ini pertama kali diajukan oleh Édouard René de Laboulaye, seorang sejarawan dan tokoh politik Prancis, pada tahun 1865. Laboulaye bermaksud agar patung ini melambangkan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi yang dimiliki oleh kedua negara. Patung ini dirancang oleh pemahat Prancis Frédéric Auguste Bartholdi. Struktur internal patung dirancang oleh Gustave Eiffel, insinyur yang juga merancang Menara Eiffel di Paris. Bartholdi memilih sosok seorang perempuan yang mengenakan jubah, dengan tangan kanan mengangkat obor dan tangan kiri memegang buku yang bertuliskan tanggal Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (4 Juli 1776).


    Patung Liberty terbuat dari tembaga yang, saat baru selesai dibuat, memiliki warna tembaga kemerahan mengkilap. Namun, seiring waktu, tembaga mulai bereaksi dengan unsur-unsur di atmosfer. Saat tembaga terpapar oksigen di udara, proses oksidasi terjadi dan tembaga kehilangan elektron, membentuk tembaga oksida (CuO). Reaksi awal ini menghasilkan lapisan oksida yang lebih gelap di permukaan patung.

    2Cu+O2⟶2CuO

    Oksidasi berlanjut ketika tembaga oksida bereaksi dengan air (kelembaban dari udara) dan karbon dioksida, membentuk lapisan tembaga(II) karbonat hidroksida (CuCO3(OH)2)(CuCO3(OH)2)(CuCO3(OH)2), yang merupakan patina. Warna patina yang hijau kebiruan ini memberikan tampilan ikonik pada Patung Liberty.

    CuO+CO2+H2O⟶CuCO3(OH)2

    Lapisan patina ini sebenarnya berfungsi sebagai pelindung bagi patung. Ia mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada tembaga di bawahnya, karena patina yang terbentuk stabil dan tidak larut dalam air. Dengan kata lain, lapisan ini melindungi patung dari pengaruh lingkungan yang lebih merusak. Ketika pertama kali didirikan pada tahun 1886, Patung Liberty berwarna tembaga terang. Namun, dalam beberapa dekade, lapisan patina mulai terbentuk karena paparan udara laut yang lembab, polusi, dan hujan. Pada awal abad ke-20, Patung Liberty telah sepenuhnya berubah menjadi hijau kebiruan.

  • Copyright © 2025 - HIMASAKI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
    Design by INFOKOM 2023