Showing posts with label SatuBersamaSelamanya. Show all posts
Masa Kelam Bulan September
Apa kabar markisa? Tidak terasa bulan september sudah berakhir. Markisa masih ingat bulan september kita sempat memakai pakaian hitam-hitam? Pakaian ini menyiratkan untuk mengenang dan tidak lupa terhadap rentetan peristiwa kelam yang terjadi pada bulan september. Apalagi dari DEMA-FST menyuarakan dalam “Saintek Hitam” untuk menyampaikan aspirasinya. Peristiwa apa saja yang terjadi pada bulan september ini? Yuk kita bahas.
1.
Tragedi
65
Masa
kelam dalam sejarah Indonesia yang dikenal dengan sebutan “Tragedi 65” masih
menjadi kenangan yang menyakitkan dan kontroversial dalam sejarah negeri ini.
Pada tanggal 30 September 1965, dimulailah suatu peristiwa yang mengubah
jalannya sejarah Indonesia. Gerakan
30 September (G30S), sekelompok perwira militer yang berupaya menggulingkan
pemerintahan Presiden Soekarno,
diawali dengan penculikan dan pembunuhan enam jenderal TNI. Peristiwa ini
menimbulkan kekacauan pada struktur militer dan politik Indonesia saat
itu.Setelah kudeta yang gagal ini, pembunuhan terhadap anggota Partai Komunis
Indonesia (PKI) dan pendukungnya terjadi di banyak wilayah di Indonesia.
Pembantaian yang terjadi dalam skala dan skala yang tak terbayangkan ini telah
memakan korban ribuan hingga jutaan orang, terutama di Pulau Jawa dan Bali. Masih banyak pertanyaan
dan kontroversi seputar kasus ini. Identitas sebenarnya dan motivasi terjadinya
G30S masih belum jelas, dan banyak yang meyakini keterlibatan pihak asing.
Selain itu, dampak dan implikasi politik dari peristiwa ini masih terasa hingga
saat ini. Kenangan akan “Pembantaian 65 tahun” merupakan pengingat yang
menyakitkan akan perpecahan dan kekerasan yang melanda Indonesia. Bahkan
setelah lebih dari setengah abad, peristiwa tersebut tetap menjadi salah satu
periode tersulit dalam sejarah negara ini.
2.
Peristiwa
Tanjung Priok
Peristiwa
Tanjung Priok terjadi pada tanggal 13 September 1984, ketika aparat keamanan
membubarkan pertemuan yang dihadiri sekelompok umat Islam yang mengenakan
ibadah Jumat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Krisis ini berujung
pada kerusuhan dan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan. Banyak saksi
menggambarkan saat-saat kebingungan dan ketakutan, dan beberapa laporan
menggambarkan pemukulan dan penangkapan. Kejadian ini mengakibatkan banyak
korban jiwa dan luka-luka dalam pertemuan tersebut. Krisis Tanjung Priok
telah menarik perhatian nasional dan internasional sehingga menimbulkan banyak
keributan dan pertanyaan terhadap kebijakan pemerintah dan tindakan aparat
keamanan. Permasalahan ini menunjukkan bahwa pelanggaran HAM dan kekerasan
semacam ini tidak boleh terjadi di negara demokratis seperti Indonesia. Meski sudah lebih dari
empat puluh tahun berlalu sejak kejadian ini, kenangan akan kejadian Tanjung
Priok masih membekas. Dalam September kemarin, memikirkan peristiwa-peristiwa
ini untuk mengingatkan kita bahwa kita harus bekerjasama untuk menjamin
keadilan, hak asasi manusia dan perdamaian. Biarkan masa lalu menjadi pelajaran
yang berguna untuk masa depan yang lebih baik.
3.
Tragedi
Semanggi II
Tragedi
ini menjadi peristiwa besar dalam perjalanan Indonesia menuju perubahan politik
dan sosial. Pada tanggal 9 September 1999, ribuan orang berkumpul di sekitar
Jembatan Semanggi, Jakarta, dalam demonstrasi damai yang berubah menjadi
tragedi yang tak terlupakan. Awalnya,
protes tersebut bermula dari protes mahasiswa dan aktivis yang menuntut lebih
banyak perubahan kebijakan dan perbaikan di pemerintahan. Mereka mengutuk
korupsi, pelanggaran hak asasi manusia dan tindakan pasukan keamanan. Namun,
ketegangan meningkat ketika aparat keamanan panik dan berusaha membubarkan
protes. Bentrokan sengit terjadi antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan di
sekitar Jembatan Samanggi. Hal ini mengakibatkan banyak kematian dan luka
serius di antara peserta protes. Tragedi ini menjadi pengingat menyakitkan
tentang risiko yang dihadapi oleh mereka yang memperjuangkan perubahan dalam
sistem politik dan pemerintahan yang ada. Meskipun telah ada tanda-tanda
perbaikan dalam tata kelola pemerintahan dan perubahan sosial sejak saat itu,
Tragedi Semanggi II tetap menjadi pengingat tentang pentingnya dialog dan
negosiasi dalam menanggapi aspirasi rakyat. Dalam September kemarin, merenungkan peristiwa
ini sebagai bagian dari sejarah Indonesia yang melahirkan semangat untuk
melanjutkan perjuangan demi perubahan yang lebih baik dan mendorong
pemerintahan yang transparan, adil, dan jujur. Tragedi Semanggi II menunjukkan
kepada kita bahwa perubahan yang damai adalah sesuatu yang dihargai dan perlu
diperjuangkan, dan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan
bahwa tuntutan rakyat didengar dan dihormati. Semangat reformasi terus
berkobar, mendorong kita untuk meraih masa depan yang lebih cerah bagi
Indonesia.
4.
Pembunuhan
Munir
19
tahun lalu, Indonesia kehilangan salah satu tokoh HAM paling terkenal, Munir
Saeed Thalib. Pembunuhan Munir pada 7 September 2004 akan tetap menjadi
kenangan kelam dalam sejarah Indonesia dan dunia internasional. Munir, pendiri dan ketua
eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dikenal karena perjuangannya
melawan pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Ia merupakan tokoh yang
berani dalam mengungkap kejahatan pemerintah dan pelanggaran hak asasi manusia
di tingkat tertinggi pemerintahan. Kecelakaan
itu terjadi saat Munir dalam perjalanan dari Jakarta menuju Amsterdam di
Belanda dengan penerbangan Garuda Indonesia. Dia meninggal karena keracunan
arsenik dalam penerbangan ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya zat arsenik
yang disuntikkan ke dalam minumannya di dalam pesawat. Meski pelaku pembunuhan
ini akhirnya divonis bersalah, banyak yang percaya bahwa pelaku di balik
tindakan ini punya peran. Pembunuhan Munir menarik perhatian internasional dan
menyoroti pentingnya mendukung aktivis hak asasi manusia yang berani
menyuarakan keadilan. Penyebab
terbunuhnya Munir menjadi pengingat bahwa perjuangan keadilan dan kemanusiaan
harus terus berlanjut, dan kebenaran harus selalu terungkap apapun hambatannya.
5.
Protes
reformasi telah usai
Pada
tahun 2019, mahasiswa Indonesia bangkit dalam demonstrasi yang disebut
"Reformasi yang Rusak". Demonstrasi ini bukan sekadar protes. Inilah
kisah mahasiswa Indonesia yang berani bicara tentang perubahan sistem politik
dan pemerintahan. Protes
dimulai pada September 2019, ketika mahasiswa dari berbagai universitas di
seluruh Indonesia turun ke jalan untuk mengungkapkan kekesalannya terhadap
kebijakan pemerintah yang disebut-sebut mematikan kepentingan masyarakat untuk
tujuan politik dan komersial. Protes ini juga mengecam korupsi yang merajalela
di tingkat pemerintahan. Puncak protes terjadi pada 30 September 2019, ketika
ribuan mahasiswa berkumpul di berbagai kota di Indonesia, antara lain Jakarta,
Surabaya, dan Bandung. Mereka mengadvokasi amandemen beberapa undang-undang
yang dianggap bermasalah saat itu (RUU RKUHP, RUU Pertambangan dan Batubara,
RUU Pertanahan, RUU Perubahan, RUU Rekrutmen, RUU SDA) dan pencabutan UU Komisi
Pemberantasan Korupsi, reformasi manajemen dan humaniora. Pelanggaran dan
transparansi pada organisasi pemerintah Indonesia dan pencegahan kerusakan
lingkungan. Aksi protes ini berlangsung damai sebelum terjadi
bentrok dengan aparat keamanan sehingga menimbulkan kekerasan yang terjadi di banyak tempat.
Meski penuh kekerasan, aksi
ini merupakan pengingat akan pentingnya mahasiswa dalam mengubah tatanan negara
ini.
Peristiwa
September Hitam menjadi
pengingat akan tantangan yang telah dan terus dihadapi masyarakat Indonesia.
Dengan mencermati sejarah ini, diharapkan dapat memahami bagaimana masa lalu berdampak pada
Indonesia saat ini, dan menjadi pelajaran untuk tidak mengulangi apa yang
terjadi.
Referensi
Putri, D. (n.d.).
September Hitam: Rentetan Sejarah Kelam Pelanggaran HAM di Indonesia. Diambil
dari https://www.detik.com/jabar/berita/d-6912982/september-hitam-rentetan-sejarah-kelam-pelanggaran-ham-di-indonesia
[PENGUMUMAN PANITIA CLT 2023]
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr.Wb.
Hallo Markisa👋
Selamat untuk orang-orang luar biasa yang terpilih menjadi bagian dalam kepanitiaan CLT 2023 🤩✨
Selamat menjalankan tugas dan mengemban amanah, mari kita sukseskan acara CLT tahun ini dengan kerja keras dan semangat🥳
Untuk susunan kepanitiaan lengkapnya dapat dilihat sebagai berikut⬇⬇
Steering Committee (SC) : Intan Purnamasari
Organizing Committee (OC) : Anshel Aymar Rahman
Sekertaris OC : Ilham Maulana Syahidan
Bendahara OC : Syahla Putri Awaliyyah
Bidang Acara
Ketua Bidang : Susi Annisah
Staff Bidang :
Fitri Syahriah Mubarokah
Tia Esti Pebriyanti
Silvia Novitasari
Bidang Kestari
Ketua Bidang : Nayla Marwah Nandika
Staff Bidang :
Annisatul Miftahul Jannah
Rara Azzahra
Salsabila Meysa
Bidang Korlog
Ketua Bidang : Raden Vina Fitriana
Staff Bidang :
Adiani Nurul Hayati
Nursita Mawwadah
Azka Nur Aulia
Bidang Konsumsi dan Kesehatan
Ketua Bidang : Hannit Levi Pilliang
Staff Bidang :
Jeanny Nuarista Aulia
Lean kamalr
Yulia Dwi Nurhayati
Bidang PDD
Ketua Bidang : Alya Zazkia Nadila
Staff Bidang :
Aulia Nur Sabila
Muhammad Humam Adzkia
Selasi Khaira Annisa
Bidang Rekap dan Proses (Rekpro)
Ketua Bidang : Yani Anggraeni
Staff Bidang :
Ajeng Pina
Dessy Tri Wulandari
Hilma Nurul Aulia
Nabilah Annisa
Rahmawati Nuraeni
Renaldi Arif Maulana
Salma Widra Andriani
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Satu Bersama Selamanya Jaya Jaya Jaya!!!!
====================================
#DepartemenDalamNegeri
#BidangKaderisasi
#PanitiaCLT2023
#BidangInfokom
#HIMASAKI2023
#KabinetGrafena
#SatuBersamaSelamanya
PENGUMUMAN PANITIA OKSI 2023
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr.Wb.
Hallo Markisa👋
Selamat kepada orang-orang luar biasa yang terpilih menjadi bagian dalam kepanitiaan OKSI 2023 🤩
Selamat menjalankan tugas dan mengemban amanah, mari kita sukseskan acara OKSI tahun ini dengan kerja keras dan semangat🥳
Untuk susunan kepanitiaan sebagai berikut ⬇️⬇️
SUSUNAN KEPANITIAAN
OKSI 2023
Steering Committe (SC) : Renaldi Arif Maulana
Organizing Committe (OC) : Ilham Maulana Syahidan
Sekertaris OC : Raden Vina Fitriana
Bendahara OC : Susi Annisah
Acara : Anshel Aymar Rahman
1. Allya Putri Adryani
2. Annisa Silmi Rosuli
3. Ariel Al Farizi
4. Bahawati Andal Kiay
Building : Hannit Levi Pilliang
1. Rizky Novianti
2. Nabilah Annisa
3. Syifa Nabila Afifah
Creator : Syahla Putri Awaliyyah
1. Nafisah Staustan
2. Risma
Korlap : Nasywa Putri Alzahra
1. Silfani Andiniyati
2. Putri Bintang Permata Sari
3. Nopia Fitriyani
4. Tsania Saadi Ridwan
Konsumsi : Alya Zazkia Nadila
1. Ananda Chikal H
2. Diyah Safitri
3. Intan Aulia Windana
Kesehatan : Nayla Marwah Nandika
1. Wulan Anggraeni
2. Sylvia Nurhasanah
3. Hilma Nurul Aulia
4. Nurul Auliya
Logistik : Raihan Fathirriza Firdaus
1. Fiona Putri Septiani
2. Fitri Syahriah Mubarokah
3. Farhah Azzah Fauziyyah
4. Atha Imannisa Madani
Kestari : Irsam Muhammad Fadhilah
1. Rahma Nur Fitria
2. Safira Nurhaliza
3. Rika Puspitasari
PDD : Nova
1. Zahra Aulia Rahma
2. Ilmi Fauziyah
3. Brilliani Hasanah
Mentor : Yussie Aulia Puspitasari
1. Suci Nurazizah
2. Khairunnisa Nuruzzahra
3. Ajeng Pina Purnama Asih
4. Keniwati Setiawan
5. Hawwa Nur Qurrotu'aini Firdaus
6. Rika Octaviyani
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Satu Bersama Selamanya Jaya Jaya Jaya!!!!
====================================
#DepartemenDalamNegeri
#BidangKaderisasi
#PanitiaOKSI2023
#BidangInfokom
#HIMASAKI2023
#KabinetGrafena
#SatuBersamaSelamanya
𝐇𝐀𝐑𝐈 𝐑𝐀𝐘𝐀 𝐈𝐃𝐔𝐋 𝐀𝐃𝐇𝐀 𝟏𝟒𝟒𝟒 𝐇 / 𝟐𝟎𝟐𝟑 𝐌
Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Sains Kimia (HIMASAKI) Kabinet Grafena mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1444 H, mohon maaf lahir dan batin 🙏🏻
Hari Raya Idul Adha atau yang sering kita dengar dan sebutkan biasa disebut dengan hari Kurban dirayakan umat beragama Islam pada setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Jika dilihat dalam kalender masehi, Hari Raya Idul Adha jauh pada hari Kamis tanggal 29 Juni 2023.
Apabila membahas sejarah Hari Raya Idul Adha, maka tidak asing dengan kisah teladan nabi ibrahim bersama istrinya, Siti Hajar beserta anaknya, nabi ismail. Menurut sejarah, kisah ini bermula dari Nabi ibrahim berusia 85 tahun dengan istrinya bernama Siti Hajar yang baru dikarunai keturunan setelah penantian yang panjang. Keturunan tersebut dinamai dengan Ismail. Alasan Nabi Ibrahim memberikan nama Ismail karena Allah sudah mendengar dan mengabulkan permohonannya.
Hingga pada suatu malam Nabi Ibrahim bermimpi diperintah Allah untuk memenuhi janjinya menyembelih putranya. Meski bingung, Ibrahim akhirnya menurutinya. Ismail, yang saat itu berusia tujuh tahun, menerimanya sepenuhnya. Namun, pisau yang digunakan untuk menyembelih Ismail ternyata tidak cukup kuat untuk menyembelihnya. Jadi Ismail aman.
Kemudian turun wahyu Allah swt. berfirman dalam qur'an surah As-Saffat ayat 104-106:
وَنَا دَيْنٰهُ اَنْ يّٰۤاِبْرٰهِيْمُ
"Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim!"." (QS. As-Saffat 37: Ayat 104)
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
"Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. As-Saffat 37: Ayat 105)
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰٓ ؤُا الْمُبِيْنُ
"Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata." (QS. As-Saffat 37: Ayat 106)
Beberapa riwayat juga menyatakan bahwa Allah mengganti Ismail dengan seekor domba sampai akhirnya muncul perintah untuk berkurban pada Idul Adha dengan seekor domba atau hewan kurban lainnya. Oleh karena itu, Idul Adha sering disebut sebagai Hari Raya Kurban atau Hari Raya Kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban.
Di Indonesia, Idul Adha biasanya dirayakan dengan shalat Idul Fitri. Meski beberapa kalangan terkadang menetapkan hari yang berbeda saat menetapkan hari raya, namun tidak ada perbedaan tata cara pelaksanaan shalat Idul Fitri. Biasanya, sholat Idul Fitri dilakukan di masjid. Namun, banyak juga yang menggunakan mushola, lapangan bahkan alun-alun. Jika jumlah pemeluknya banyak, maka shalat Idul Fitri biasanya dilakukan di lapangan atau alun-alun. Meski kebanyakan orang mengikuti pemerintah dalam memperkenalkan hari raya ini, cepat atau lambat banyak yang mengikuti. Setelah melaksanakan shalat Idul Adha, hewan kurban biasanya disembelih.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman dalam al-qur'an surat Al-Kautsar, surah ke 108, ayat 2, berbunyi:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَا نْحَرْ
"Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)." (QS. Al-Kausar 108: Ayat 2)
Berkurbanlah sekecil apapun itu karena bukan Anda atau mereka yang memberi pahala melainkan Allah SWT. Tak perlu mengharapkan balasan dari mereka karena yang Maha Pemurah tahu cara bagaimana membalasnya.
Selamat berkumpul bersama keluarga sambil makan sate dan teman-temannya!🍢🤗
Satu Bersama Selamanya Jaya Jaya Jaya!!!
HIMASAKI
KABINET GRAFENA
2022-2023
===================================
#IdulAdha1444H
#BidangInfokom
#DepartemenLuarNegeri
#HIMASAKI2023
#KabinetGrafena
#SatuBersamaSelamanya
#HarmonisDinamis
PENGUMUMAN PANITIA KUNJUNGAN INDUSTRI 2023
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr.Wb.
Hallo Markisa👋
Selamat kepada orang-orang luar biasa yang terpilih ke dalam kepanitiaan KUNJUNGAN INDUSTRI 2023 🤩
Selamat menjalankan tugas dan mengemban amanah, mari kita sukseskan acara KUNJUNGAN INDUSTRI ini dengan ikhlas dan kerja keras🥳
Untuk susunan kepanitiaan lengkapnya dapat dilihat berikut ⬇️⬇️
SUSUNAN KEPANITIAAN KUNJUNGAN INDUSTRI (KI)
TAHUN 2023
Steering Committee (SC) : Karima Rachmawati
Organizing Committee (OC) : Almi Hasniah
Sekretaris OC : Dwi Tanti Astuti
Bendahara OC : Syifa Nurul Fauziyyah
Bidang-Bidang
Bidang Acara
OC : Delima Maulidya Romdoni
Anggota : Yani Anggraeni Safitri
Hasna Rizkia Ramadhani
Reza Abdul Azis
Syifa Nur Azizah
Bidang Kestari
OC : Adiani Nurul Hayati
Anggota : Bilah Nabilah
Ananda Chikal Hasanah
Lathifa Nur Aisha
Mutiara Sani Gunawan
Yussie Aulia Puspitasari
Bidang Korlap
OC : Muhammad Rizqi Permana
Anggota : Ilham Maulana Syahidan
Tiara Malvita Raya
Hannit Levi Piliang
Bahawati Andal Kiay
Bidang Logistik
OC : Irsam Muhammad Fadhilah
Anggota : Pelgi Selgiana
Tia Esti Pebriyanti
Rahmawati Nuraeni
Habil Ramadhan
Muhammad Rifky Resna
Bidang Publikas dan Dokumentasi (PDD)
OC : Dhaffi Muhammad Hisyam
Anggota : Alexander Nioman
Muhamad Arif Septian
Fitria Humaira
Bidang Konsumsi dan Kesehatan
OC : Nursita Mawadah
Anggota : Ismah Musfiroh Jayousman
Feidya Qurrota A’yun
Ella Nurbaeti
Silvia Novitasari
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Satu Bersama Selamanya Jaya Jaya Jaya!!!!
====================================
#DepartemenPKK
#BidangKeilmuan
#PanitiaKI2023
#BidangInfokom
#HIMASAKI2023
#KabinetGrafena
#SatuBersamaSelamanya
Hari Buku Nasional
Postingan Instagram, Peringatan Hari Buku Nasional dari @himasaki_uinbdg.
Selamat Hari Buku Nasional, Markisa!
Pada 21 tahun lalu, 17 Mei 2002 pertama kali ditetapkan sebagai hari buku nasional. Tepatnya berlangsung pada saat era kabinet gotong royong masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.
Hari Buku Nasional, pertama kali dicetuskan oleh Menteri Pendidikan Nasional pada saat itu, yaitu Abdul Malik Fadjar. Beliau menetapkan tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku didasarkan atas bersamaan dengan berdirinya Perpustakaan Nasional. Perpustakaan Nasional didirikan pada tanggal 17 Mei 1980.
Abdul Malik Fadjar.
Sumber: https://www.gramedia.com/blog/content/images/2022/05/abdul-malik-fadjar-times.jpg
iMenurut pencetusnya, tujuan dicetuskannya Hari Buku Nasional yaitu untuk menumbuhkan minat baca dan literasi masyarakat Indonesia, karena pada saat itu minat baca dan literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah dan mengkhawatirkan.
Masyarakat Indonesia harus lebih banyak membaca karena bangsa Indonesia dihadang oleh dua pilihan yaitu antara dipertahankannya tradisi (lisan) diimbangi dengan menjawab tuntutan informasi. Dari kebiasaan masyarakat yang masih mendominasi tradisi percakapan panjang tapi disertai dengan sedikitnya membaca membuat Pak Malik Fadjar sadar bahwa memang agak sulit membuat masyarakat gemar membaca. Namun karena membaca memiliki banyak manfaatnya seperti meramalkan masa depan lewat perkembangan termodern mendorong Beliau mengajak masyarakat Indonesia gemar membaca.
Selain memacu minat baca masyarakat Indonesia, Hari Buku pun dapat menaikkan penjualan buku di Indonesia. Penjualan buku di Indonesia pada saat itu tergolong rendah, setiap tahunnya hanya mencetak sekitar 18 ribu buku. Berbeda dengan negara Asia lain, salah satu contohnya negara Jepang yang mencetak 40 ribu buku tiap tahunnya.
Maka dari itu, marilah kita tingkatkan daya literasi agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab kebiasaan membaca sangat beriringan dengan berkembang tidaknya pendidikan yang ada di negara Indonesia ini.
HIMASAKI
KABINET GRAFENA
2022-2023
===================================
#HariBukuNasional2023
#BidangInfokom
#DepartemenLuarNegeri
#HIMASAKI2023
#KabinetGrafena
#SatuBersamaSelamanya
#HarmonisDinamis
Referensi:
Almanda Jazroh Hardiyanti. 2022. Mengenal Sejarah Hari Buku Nasional dan Sosok di Balik Penentuan Harinya. Gramedia.com. Tersedia: https://www.gramedia.com/blog/mengenal- sejarah-hari-buku-nasional-dan-sosok-di-balik-penentuan-harinya/
Devira Prastiwi. 2021. Nadiem Sampaikan Sejarah Hari Buku Nasional yang Diperingati Setiap 17 Mei. Liputan 6.com. Tersedia: https://www.liputan6.com/news/read/4964738/ nadiem-sampaikan-sejarah-hari-buku-nasional-yang-diperingati-setiap-17-mei
Fransisca Natalia. 2022. Hari Ini, Mengenal 17 Mei Sebagai Hari Buku Nasional. Kompas.tv. Tersedia: https://www.kompas.tv/article/289455/hari-ini-mengenal-17-mei-sebagai-hari-buku -nasional
Monica Ayu Caesar Isabela. 2022. Tanggal 17 Mei Memperingati Hari Apa?. Kompas.com. Tersedia: https://nasional.kompas.com/read/2022/05/13/02000051/tanggal-17-mei-memperi ngati-hari-apa-

